PemerintahKabupaten Bondowoso mensosialisasikan Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2021, pada sejumlah camat dan Pemerintah Desa Pemkab Bondowoso Perbolehkan PKL Alun-alun Berjualan Kembali. akan tetapi jam bukanya dibatasi sampai dengan jam 8 malam. Ads “Mulai besok boleh dibuka. Makan ditempat boleh, tapi dibatasi tidak boleh lebihBONDOWOSO, – Rintik air langit turun bersamaan, Sabtu 11/9/2021 sore. Sebelum adzan Ashar bergema. Tidak begitu deras tapi butiran air itu jatuh menghujam bumi hingga lepas Maghrib. Marta tegap duduk sembari menghibur Dony. Keduanya adalah Pedagang Kaki Lima PKL di alun-alun Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso. “Gak bisa pulang ini, Don. Bukannya reda, malah makin deras. Hujan deras pertama di musim kemarau ini,” tutur Marta, penjual aneka minuman hangat dan Surma ini. Warga Desa Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso ini sejak pukul WIB membuka lapaknya di sisi barat alun-alun. “Biasanya pulang ba’da Maghrib. Tapi Ashar masih hujan begini, sebentar lagi tutup. Siapa yang mau beli habis hujan deras? Lebih baik pulang,” tutur pemilik Angkringan Bunda tersebut. Pada kondisi normal, ia bisa meraup pendapatan kotor Rp 500 ribu per hari. Jika sepi, maksimal Rp 200 ribu per hari. “Biasanya malam Minggu banyak yang datang. Tapi, namanya rezeki tidak ada yang tahu. Tiba-tiba hujan deras. Ya harus diterima ikhlas. Kalau sudah biasa, gak kaget. Bagi yang gak biasa, mungkin lesu,” terang mantan pekerja di PLTU Paiton Probolinggo ini melempar senyum ringan. Bola mata Marta melirik ke kanan. Memang ada barisan pemotor dengan gerobak di belakangnya. Mereka duduk termenung. Ada yang mewarnainya dengan menelpon dan video call. Ada juga yang hanya memandangi langit penuh harap. Produk yang dibawa bervariasi. Telur gulung, cilok, tanglor, bakso, cimol dan lainnya. “Ah, nekatlah. Saya pulang saja,” sergah Dony, pedagang bakwan di samping Marta. Di dalam etalase mini di atas gerobak yang dibawa, masih tersisa separo bakwan yang belum terjual. “Mungkin di perjalanan pulang ada rezeki. Daripada menunggu di sini,” ucapnya optimis. Berkah justru didapat oleh pedagang mie ayam yang berada dalam naungan sebuah bangunan. “Mie ayam satu dan jeruk hangat satu, Bu,” pesan seorang pemotor usai memarkir motornya di tepi jalan itu. Di dalam ruangan itu, sudah ada beberapa muda-mudi yang duduk bersama. Menikmati mie ayam dan minuman hangat sembari memandangi langit yang terus menangis’ hingga petang. Deni. KeretaApi Tawang Alun merupakan kereta api yang masih mendapatkan subsidi public service obligaton (PSO) sehingga tarifnya pun sangat terjangkau. Dengan jarak tempuh sekitar 310 km dan waktu tempuh 7 jam 35 menit, pelanggan kereta api hanya perlu membayar sebesar Rp62.000,00. Untuk perjalanan parsial, tarifnya hanya sekitar Rp58.000,00. BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,†ucapnya. mg5/c2/dwi BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,†ucapnya. mg5/c2/dwi BONDOWOSO, – Hari pertama puasa, sejumlah petugas gabungan di Bondowoso langsung tancap gas untuk operasi yustisi. Fokusnya yaitu pemuda-pemudi yang tidak memakai masker di Alun-Alun Bondowoso, kemarin 3/4. Baca Juga  Larang Pemakaian Ponsel, Sistem Pendidikan Tetap Salaf Operasi dilakukan untuk memberikan peringatan kepada sejumlah pemuda yang tidak memakai masker. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pada hari pertama buka puasa tersebut, Alun-Alun Bondowoso menjadi sasaran para pemuda untuk menghabiskan waktu malamnya setelah berbuka puasa. Tidak sedikit mereka yang melepas masker. Anggota Koramil Pujer, Serda Syahpudin mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap malam. “Tapi tempatnya berbeda-beda,” terangnya. Selain itu, operasi tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menjaga diri dari virus Covid-19 yang masih belum punah di Bondowoso. Operasi yang dilakukan setiap malam itu juga dilakukan anggota Polres Bondowoso, TNI, dan satpol PP. “Biasanya lengkap sama BPBD dan tim kesehatan. Tapi, kalau malam tidak hadir. Mungkin ada halangan,” terangnya. Pendisiplinan pemakaian masker tersebut tidak hanya pada pembeli yang nongkrong. Tetapi juga dilakukan pemeriksaan pada pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar Alun-Alun Bondowoso. Terdapat sejumlah pemuda yang saat itu diinterogasi oleh petugas operasi gabungan tersebut. Di antaranya Ubaydillah, warga asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang. Dirinya mengaku, saat berangkat lupa untuk membawa masker. “Lupa bawa masker,†ucapnya. mg5/c2/dwi Kurangrasanya jika kamu hanya berkunjung satu hari untuk mengulik potensi alam dan kuliner di Bondowoso. penginapan ini juga dekat dengan beberapa tempat wisata mulai dari Alun-alun Bondowoso, Terminal Bondowoso, Stasiun Bondowoso dan Bukit Mahadewa. mulai dari Rp 146 ribu per malam. • 9 Kuliner Khas Bondowoso yang Sayang untuk BONDOWOSO, – Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso tampak lengang di hari Minggu perdana awal 2021. Empat ruas jalan utama disekat. Yakni Jl. Amir Kusnan Monumen Gerbong Maut, Jl. Jaksa Agung Suprapto depan Lapas Kelas II B Bondowoso, Jl. Letnan Karsono Bank Jatim Bondowoso, dan jalan depan Masjid Agung At Taqwa. Empat ruas jalan di jantung kota itu ditutup mulai pukul hingga Gabungan aparat keamanan diterjunkan untuk menutup dan mengalihkan arus. Mulai dari Kepolisian Resor Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Dishub Bondowoso. Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bondowoso IPDA Suminar mengatakan, pihaknya menjalankan tugas mengawasi kawasan physical distancing di alun-alun. “Kami tutup sementara waktu dan berjaga di empat titik. Mulai dari simpang SDN Kotakulon, simpang kantor pos, simpang BSM, dan simpang GOR Pelita. Juga ada di simpang tiga pegadaian,†ujar Suminar. Sebanyak 25 personel kepolisian disiagakan dalam pengamanan dan pengawasan, minggu pagi kemarin. “Kami tutup sementara untuk menghindari aktivitas car free day terlebih dahulu dari kerumunan warga. Juga sesuai surat edaran peraturan bupati perbup mengenai pencegahan dan penyebaran klaster akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021,†imbuh Suminar kepada Jawa Pos Radar Ijen. Namun, meski sudah diberi papan jalan tanda ditutup, tak jarang pengendara bermotor yang ingin menerobos penutupan jalan. Dengan berbagai alasan, walaupun jaraknya dekat. BONDOWOSO, – Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso tampak lengang di hari Minggu perdana awal 2021. Empat ruas jalan utama disekat. Yakni Jl. Amir Kusnan Monumen Gerbong Maut, Jl. Jaksa Agung Suprapto depan Lapas Kelas II B Bondowoso, Jl. Letnan Karsono Bank Jatim Bondowoso, dan jalan depan Masjid Agung At Taqwa. Empat ruas jalan di jantung kota itu ditutup mulai pukul hingga Gabungan aparat keamanan diterjunkan untuk menutup dan mengalihkan arus. Mulai dari Kepolisian Resor Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Dishub Bondowoso. Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bondowoso IPDA Suminar mengatakan, pihaknya menjalankan tugas mengawasi kawasan physical distancing di alun-alun. “Kami tutup sementara waktu dan berjaga di empat titik. Mulai dari simpang SDN Kotakulon, simpang kantor pos, simpang BSM, dan simpang GOR Pelita. Juga ada di simpang tiga pegadaian,†ujar Suminar. Sebanyak 25 personel kepolisian disiagakan dalam pengamanan dan pengawasan, minggu pagi kemarin. “Kami tutup sementara untuk menghindari aktivitas car free day terlebih dahulu dari kerumunan warga. Juga sesuai surat edaran peraturan bupati perbup mengenai pencegahan dan penyebaran klaster akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021,†imbuh Suminar kepada Jawa Pos Radar Ijen. Namun, meski sudah diberi papan jalan tanda ditutup, tak jarang pengendara bermotor yang ingin menerobos penutupan jalan. Dengan berbagai alasan, walaupun jaraknya dekat. BONDOWOSO, – Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso tampak lengang di hari Minggu perdana awal 2021. Empat ruas jalan utama disekat. Yakni Jl. Amir Kusnan Monumen Gerbong Maut, Jl. Jaksa Agung Suprapto depan Lapas Kelas II B Bondowoso, Jl. Letnan Karsono Bank Jatim Bondowoso, dan jalan depan Masjid Agung At Taqwa. Empat ruas jalan di jantung kota itu ditutup mulai pukul hingga Gabungan aparat keamanan diterjunkan untuk menutup dan mengalihkan arus. Mulai dari Kepolisian Resor Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Dishub Bondowoso. Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bondowoso IPDA Suminar mengatakan, pihaknya menjalankan tugas mengawasi kawasan physical distancing di alun-alun. “Kami tutup sementara waktu dan berjaga di empat titik. Mulai dari simpang SDN Kotakulon, simpang kantor pos, simpang BSM, dan simpang GOR Pelita. Juga ada di simpang tiga pegadaian,†ujar Suminar. Sebanyak 25 personel kepolisian disiagakan dalam pengamanan dan pengawasan, minggu pagi kemarin. “Kami tutup sementara untuk menghindari aktivitas car free day terlebih dahulu dari kerumunan warga. Juga sesuai surat edaran peraturan bupati perbup mengenai pencegahan dan penyebaran klaster akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021,†imbuh Suminar kepada Jawa Pos Radar Ijen. Namun, meski sudah diberi papan jalan tanda ditutup, tak jarang pengendara bermotor yang ingin menerobos penutupan jalan. Dengan berbagai alasan, walaupun jaraknya dekat.
KepalaBidang Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso, Syahrial Fary, ST MSi, mengatakan bahwa untuk menyambut peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia itu, pihaknya mulai merenovasi dan menata Alun-alun kota agar lebih representatif dan indah.Bondowoso Antara Jatim - Kegiatan "Bondowoso Bersholawat" di Alun-alun Kota Bondowoso, Jawa Timur, Kamis malam dan berakhir hingga Jumat dini hari dimeriahkan dengan lambaian bendera merah putih yang dipegang oleh orang menghadiri kegiatan yang disi penampilan "Jam'iyah Sholawat Bhenning" dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupetan Situbondo, itu. Mereka tidak beranjak hingga acara berakhir dengan tausiah dan doa dari Pengasuh Ponpes Sukorejo KHR Ahmad Azaim melambai-lambaikan merah sebagai lambang cinta Tanah Air, acara itu juga diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya".Sebelum tausiah, jemaah dihibur dengan iringan selawat hadrah yang merdu oleh personel Jam'iyah Sholawat Bhenning serta adegan teater dengan lakon berjudul "Penguasa Dzolim Arya Kuwu".Penampilan teater asuhan Ustaz Zainul Walid itu menyedot perhatian penonton dengan pesan dakwah tentang pemilihan pemimpin di suatu negeri. Lakon itu mengisahkan Kadipaten Pajang yang akan memilih seorang pemimpin atau dua calon dengan karakter bertolak belakang dalam adegan itu. Tokoh pertama adalah Arya Kuwu yang berambisi untuk berkuasa dan tokoh kedua adalah Arya Damar dengan watak santri yang "tawaddhuk" atau patuh pada petuah ulama dan tidak mewujudkan ambisinya, Arya kuwu mendatangi seorang dukun Mbah Dawuh diperankan oleh Zainul Walid dengan membawa sepeti emas. Dia berjanji kalau menang dan dilantik menjadi adipati, akan menambah lagi satu peti emas untuk Mbah pemilihan adipati dimenangi oleh Arya Kuwu. Setelah dilantik menjadi adipati, Arya Kuwu menunjukkan watak aslinya yang serakah dan kejam. Ia menarik upeti dari rakyatnya yang sudah menderita. Ia membunuh rakyatnya yang menentang sisi lain, Mbah Dawuh berharap kiriman emas dari Arya Kuwu. Setelah ditagih, Arya Kuwu menolaknya. Mbah Dawuh marah dan meminta pertolongan harimau penguasa Pajang untuk membunuh Arya tampil di acara pengajian, kata Zainul Walid, lakon drama ini juga berbingkai dakwah. Pesan yang disampaikan dalam lakon ini adalah ajakan kepada masyarakat di suatu wilayah untuk menjaga kerukunan meski berbeda dalam pilihan politik."Karena kalau rakyat di suatu wilayah atau negeri tidak rukun, maka tunggulah kehancuran negeri itu," kata ustadz yang juga dikenal sebagai penyair dan dramawan itu, pesan dalam lakon itu adalah, kedzaliman akan hancur jika melawan kebenaran. Sebaliknya kebenaran akan menemukan kemenangannya pada suatu saat. Setelah kematian Arya Kuwu, ulama di Pajang berunding dan sepakat memilih Arya Damar sebagai adipati agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di negeri yang diwarnai permusuhan itu kemudian berakhir dengan ajakan ulama agar rakyat Kadipaten Pajang bersatu padu membangun negerinya. Panggung yang menghadap ke timur itu kemudian dimeriahkan kembali oleh alunan selawat dari kelompok "Sholawat Bhenning".Kiai Azaim yang juga cucu dari Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin ini dalam ceramahnya mengingatkan jemaah tentang hadits Nabi Muhammad yang menyebutkan ada tujuh golongan umat yang kelak di Padang Mahsyar akan mendapatkan naungan dari dari golongan itu adalah orang yang saling mencintai karena Allah, kemudian berpisah juga karena Allah. Kiai Azaim menyebut bahwa para jemaah itu berkumpul karena Allah dan kemudian kembali ke rumahnya juga karena memenuhi kewajibannya masing-masing sebagaimana diperintahkan oleh Allah."Semoga kita semua menjadi bagian dari tujuh golongan yang kelak mendapat naungan dari Allah. Aamiinn," kata ulama muda kharismatik Bersholawat itu digelar oleh mahasiswi KKN Institut Agama Islam Ibrahimy IAII Sukorejo, Situbondo, bekerja sama dengan Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafiiyah IKSASS Rayon Bondowoso.* BerandaHari H Idul Fitri, Alun-alun Ki Ronggo Bondowoso masih ditutup Redaksi Mei 13, 2021 - Pada perayaan idul fitri 1442, Pemkab Bondowoso menutup sejumlah tempat wisata, tak terkecuali Alun-alun ki Ronggo, akibat penutup tersebut Alun-alun terlihat sepi dari pengunjung. KOTA KULON, Radar Ijen – Alun-alun menjadi salah satu pusat kegiatan di Bondowoso. Mulai dari sarana bermain, olahraga, berjualan, hingga kegiatan bersantai lainnya. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang tak acuh untuk membuang sampah pada tempatnya. Terlihat tumpukan kecil sampah yang berada di beberapa titik. BACA JUGA Warga Curahnongko Geruduk BPN, Tuntut Pembebasan Lahan Tanpa Ganti Rugi Kabid Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup DLH Bondowoso Syahrial Fari menjelaskan, rutinitas kebersihan yang dilakukan oleh petugas dilaksanakan setiap hari. Kegiatan tersebut tak hanya dilakukan di alun-alun, melainkan semua ruang terbuka hijau RTH di Bondowoso. “Jadi, kita itu menangani 30 RTH,†ujarnya. Dia mengakui bahwa penanganan di Alun-Alun Bondowoso membutuhkan tenaga yang ekstra. Sebab, tempat tersebut juga ditempati oleh PKL. Sehingga tak hanya sampah daun yang menjadi masalah, tapi juga sampah plastik yang dihasilkan oleh pengunjung. “Karena kegiatan PKL dilaksanakan dari pagi sampai malam,†ujarnya. Adanya kontainer sampah di alun-alun sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Bak tersebut dilakukan pengosongan setiap hari. “Begitu sudah penuh, langsung dipindah ke bagian pengangkutan,†bebernya. KOTA KULON, Radar Ijen – Alun-alun menjadi salah satu pusat kegiatan di Bondowoso. Mulai dari sarana bermain, olahraga, berjualan, hingga kegiatan bersantai lainnya. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang tak acuh untuk membuang sampah pada tempatnya. Terlihat tumpukan kecil sampah yang berada di beberapa titik. BACA JUGA Warga Curahnongko Geruduk BPN, Tuntut Pembebasan Lahan Tanpa Ganti Rugi Kabid Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup DLH Bondowoso Syahrial Fari menjelaskan, rutinitas kebersihan yang dilakukan oleh petugas dilaksanakan setiap hari. Kegiatan tersebut tak hanya dilakukan di alun-alun, melainkan semua ruang terbuka hijau RTH di Bondowoso. “Jadi, kita itu menangani 30 RTH,†ujarnya. Dia mengakui bahwa penanganan di Alun-Alun Bondowoso membutuhkan tenaga yang ekstra. Sebab, tempat tersebut juga ditempati oleh PKL. Sehingga tak hanya sampah daun yang menjadi masalah, tapi juga sampah plastik yang dihasilkan oleh pengunjung. “Karena kegiatan PKL dilaksanakan dari pagi sampai malam,†ujarnya. Adanya kontainer sampah di alun-alun sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Bak tersebut dilakukan pengosongan setiap hari. “Begitu sudah penuh, langsung dipindah ke bagian pengangkutan,†bebernya. KOTA KULON, Radar Ijen – Alun-alun menjadi salah satu pusat kegiatan di Bondowoso. Mulai dari sarana bermain, olahraga, berjualan, hingga kegiatan bersantai lainnya. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang tak acuh untuk membuang sampah pada tempatnya. Terlihat tumpukan kecil sampah yang berada di beberapa titik. BACA JUGA Warga Curahnongko Geruduk BPN, Tuntut Pembebasan Lahan Tanpa Ganti Rugi Kabid Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup DLH Bondowoso Syahrial Fari menjelaskan, rutinitas kebersihan yang dilakukan oleh petugas dilaksanakan setiap hari. Kegiatan tersebut tak hanya dilakukan di alun-alun, melainkan semua ruang terbuka hijau RTH di Bondowoso. “Jadi, kita itu menangani 30 RTH,†ujarnya. Dia mengakui bahwa penanganan di Alun-Alun Bondowoso membutuhkan tenaga yang ekstra. Sebab, tempat tersebut juga ditempati oleh PKL. Sehingga tak hanya sampah daun yang menjadi masalah, tapi juga sampah plastik yang dihasilkan oleh pengunjung. “Karena kegiatan PKL dilaksanakan dari pagi sampai malam,†ujarnya. Adanya kontainer sampah di alun-alun sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Bak tersebut dilakukan pengosongan setiap hari. “Begitu sudah penuh, langsung dipindah ke bagian pengangkutan,†bebernya. SUKOHARJO Dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke 76, Pemkab Sukoharjo menggelar acara di Alun-alun Satya Negara.. Yakni, "Bersholawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf.". Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke 76. Acara sendiri akan digelar mulai pukul 19.00 BONDOWOSO, – Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso kembali memperketat jantung kota Bondowoso. Tepatnya wilayah Alun-Alun RBA Ki Ronggo. Plus titik-titik yang menjadi tempat kerumunan warga. Hal ini dilakukan menyusul adanya peningkatan drastis kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan terakhir. Kabag Ops Polres Bondowoso AKP Agustinus Robby Hartanto menerangkan, alun-alun ditutup pada hari senin hingga Jumat pukul sampai WIB. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu, alun-alun ditutup pada pukul pagi, guna mencegah adanya aktivitas car free day. “Di tempat kumpul massa seperti alun-alun, kafe, pertokoan, dan tempat keramaian lainnya,” katanya. Tak hanya melakukan penyekatan dan penutupan di alun-alun, pihaknya bersama TNI, satpol PP, Dishub, dan BPBD Bondowoso juga mengintensifkan operasi yustisi di beberapa titik. “Sampai mereda lagi. Walau sebenarnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan, beberapa waktu lalu. Cuma, kali ini lebih kami intensifkan agar tidak ada ledakan Covid-19,” paparnya. Adapun pengetatan dilakukan pada Senin-Jumat dengan cara melakukan penyekatan di pagi hari sejak pukul hingga WIB. Penyekatan dilakukan di enam titik. Yakni di simpang tiga YIMA, simpang tiga Desa Koncer, Bundaran Nangkaan, simpang empat Stadion Magenda, simpang tiga SMP Negeri 7, dan simpang tiga Radio Romantika. “Kalau Sabtu dan Minggu, alun-alun kami tutup pagi agar tidak ada kegiatan car free day,” lanjutnya. Informasi dihimpun, tim satgas penanganan Covid-19 sebelumnya telah melakukan rapat teknis soal pembahasan revisi Peraturan Bupati Nomor 107 Tahun 2020. Hal tersebut dilakukan karena semakin banyaknya korban. Pemerintah harus punya dasar hukum yang jelas agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Bahkan, pemerintah tengah membahas mengenai revisi peraturan soal kegiatan pengajian, pengajian rutin, salawatan, haul/haul akbar, kifayah, serta kegiatan lainnya yang menghadirkan jamaah untuk sementara ditiadakan. Jurnalis Muchammad Ainul Budi Fotografer Muchammad Ainul Budi Editor Solikhul Huda BONDOWOSO, – Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso kembali memperketat jantung kota Bondowoso. Tepatnya wilayah Alun-Alun RBA Ki Ronggo. Plus titik-titik yang menjadi tempat kerumunan warga. Hal ini dilakukan menyusul adanya peningkatan drastis kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan terakhir. Kabag Ops Polres Bondowoso AKP Agustinus Robby Hartanto menerangkan, alun-alun ditutup pada hari senin hingga Jumat pukul sampai WIB. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu, alun-alun ditutup pada pukul pagi, guna mencegah adanya aktivitas car free day. “Di tempat kumpul massa seperti alun-alun, kafe, pertokoan, dan tempat keramaian lainnya,” katanya. Tak hanya melakukan penyekatan dan penutupan di alun-alun, pihaknya bersama TNI, satpol PP, Dishub, dan BPBD Bondowoso juga mengintensifkan operasi yustisi di beberapa titik. “Sampai mereda lagi. Walau sebenarnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan, beberapa waktu lalu. Cuma, kali ini lebih kami intensifkan agar tidak ada ledakan Covid-19,” paparnya. Adapun pengetatan dilakukan pada Senin-Jumat dengan cara melakukan penyekatan di pagi hari sejak pukul hingga WIB. Penyekatan dilakukan di enam titik. Yakni di simpang tiga YIMA, simpang tiga Desa Koncer, Bundaran Nangkaan, simpang empat Stadion Magenda, simpang tiga SMP Negeri 7, dan simpang tiga Radio Romantika. “Kalau Sabtu dan Minggu, alun-alun kami tutup pagi agar tidak ada kegiatan car free day,” lanjutnya. Informasi dihimpun, tim satgas penanganan Covid-19 sebelumnya telah melakukan rapat teknis soal pembahasan revisi Peraturan Bupati Nomor 107 Tahun 2020. Hal tersebut dilakukan karena semakin banyaknya korban. Pemerintah harus punya dasar hukum yang jelas agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Bahkan, pemerintah tengah membahas mengenai revisi peraturan soal kegiatan pengajian, pengajian rutin, salawatan, haul/haul akbar, kifayah, serta kegiatan lainnya yang menghadirkan jamaah untuk sementara ditiadakan. Jurnalis Muchammad Ainul Budi Fotografer Muchammad Ainul Budi Editor Solikhul Huda BONDOWOSO, – Satgas Penanganan Covid-19 Bondowoso kembali memperketat jantung kota Bondowoso. Tepatnya wilayah Alun-Alun RBA Ki Ronggo. Plus titik-titik yang menjadi tempat kerumunan warga. Hal ini dilakukan menyusul adanya peningkatan drastis kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan terakhir. Kabag Ops Polres Bondowoso AKP Agustinus Robby Hartanto menerangkan, alun-alun ditutup pada hari senin hingga Jumat pukul sampai WIB. Sedangkan pada hari Sabtu-Minggu, alun-alun ditutup pada pukul pagi, guna mencegah adanya aktivitas car free day. “Di tempat kumpul massa seperti alun-alun, kafe, pertokoan, dan tempat keramaian lainnya,” katanya. Tak hanya melakukan penyekatan dan penutupan di alun-alun, pihaknya bersama TNI, satpol PP, Dishub, dan BPBD Bondowoso juga mengintensifkan operasi yustisi di beberapa titik. “Sampai mereda lagi. Walau sebenarnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan, beberapa waktu lalu. Cuma, kali ini lebih kami intensifkan agar tidak ada ledakan Covid-19,” paparnya. Adapun pengetatan dilakukan pada Senin-Jumat dengan cara melakukan penyekatan di pagi hari sejak pukul hingga WIB. Penyekatan dilakukan di enam titik. Yakni di simpang tiga YIMA, simpang tiga Desa Koncer, Bundaran Nangkaan, simpang empat Stadion Magenda, simpang tiga SMP Negeri 7, dan simpang tiga Radio Romantika. “Kalau Sabtu dan Minggu, alun-alun kami tutup pagi agar tidak ada kegiatan car free day,” lanjutnya. Informasi dihimpun, tim satgas penanganan Covid-19 sebelumnya telah melakukan rapat teknis soal pembahasan revisi Peraturan Bupati Nomor 107 Tahun 2020. Hal tersebut dilakukan karena semakin banyaknya korban. Pemerintah harus punya dasar hukum yang jelas agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Bahkan, pemerintah tengah membahas mengenai revisi peraturan soal kegiatan pengajian, pengajian rutin, salawatan, haul/haul akbar, kifayah, serta kegiatan lainnya yang menghadirkan jamaah untuk sementara ditiadakan. Jurnalis Muchammad Ainul Budi Fotografer Muchammad Ainul Budi Editor Solikhul Huda
SatgasPenanganan Covid-19 Bondowoso memberlakukan pembatasan penggunaan Alun-alun RBA Ki Ronggo. Pembatasan ini berlaku mulai 21 Desember 2020 s/d 3 Januari 2021. Alun-alun ditutup dari segala aktivitas