Persediaansemacam ini umumnya terjadi pada pedagang eceran. Mengambil keuntungan diskon kuantitas, sebab pembelian dalam jumlah lebih besar dapat mengurangi biaya produksi atau pengiriman barang. Menjaga pengaruh inflasi dan naiknya harga. Persediaan mempunyai peran besar dalam rangka mempermudah atau memperlancar operasi perusahaan.
shounen shounen Akuntansi Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Iklan Iklan retnoKR retnoKR Klasifikasi dalam buku besar artinya menggolongkan , jadi pengertian klasifikasi akun adalah penggolongan akun2 akuntan yang terdapat pada buku catatan akuntan . Iklan Iklan Pertanyaan baru di Akuntansi cari laporan keuangan perusahaan tahun 2021, komponen keuangan terdiri dari laporan laba rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas. ​ Sebutkan program akuntansi yang banyak digunakan dalam usaha/ perusahaan please bantu jawab​ sebutkan langkah langkah dalam buying detail di myob​ cari kasus berkaitan dengan penukaran mata uang asing sharf beserta solusinya.​ jurnal terlampirBerikut keterangan yang diperlukan untuk penyesuaian per 30 April 2020 a Persediaan barang dagangan merchandise inventory dari hasi … l pemeriksaan secara fisik sebesar Rp22 b. Perlengkapan suppliesdari hasil perhitungan yang telah terpakai sebesar c Sewa dibayar dimuka prepaid rent sebesar d. Peralatan equipment untuk bulan April disusutkan senilai e. Biaya yang masih harus dibayar adalah listrik dan telepon telephone and electricity expense sebesar Buatlah jurnal penyesuaian adjustment entries dan work sheet per 30 April 20202. Susunlah laporan keuangan a Income Statement, b Capital Statement, c Balance Sheet/Statement of Financial Position3. Buatlah jurnal penutup closing entries per 30 April 2020.​ Sebelumnya Berikutnya Denganterdapatnya 10 tahapan siklus akuntasi perusahaan jasa, maka akan memudahkan apabila perusahaan akan menggunakan software akuntansi yang dapat menggolongkan seluruh transaksi usaha sesuai dengan kriteria laporan keuangan ataupun jurnal yang diperlukan. Adanya software akuntansi akan mempermudah dalam menjalankan siklus akuntansi sehingga
Halo Muhammad, Kakak bantu jawab ya Jawabannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Pembahasan Rekening/akun merupakan tempat mencatat transaksi atas perubahan pada aktiva, utang, dan modal. Pengklasifikasian rekening dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu 1. Kode numerik, yakni menggunakan angka 2. Kode desimal, yakni memberikan pembatas pada angka berupa titik, koma, atau garis datar. 3. Kode mnemonic, yakni pengkodean akun menggunakan huruf. 4. Kode kombinasi, yakni mengkombinasikan antara huruf dan angka. Klasifikasi rekening menggunakan sistem pengkodean numerik dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Jadi, jawabannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Semoga membantu!
I Pengertian Akun Atau Rekening. Pengelompokan akun dan pengkodean rekening dalam akuntansi: Peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan sangat diperlukan. Pemerintah juga sedang berupaya untuk menerapkan konsep-konsep akuntansi pada pola manajemennya untuk tujuan pertanggung jawaban kegiatan.
Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home » Bisnis » 4 Manfaat Kode Akun Akuntansi dan Cara Membuatnya, Lengkap! Dibaca Normal 7 Menit 4 Manfaat Kode Akun Akuntansi dan Cara Membuatnya, Lengkap! Sudah tahu apa itu kode akun akuntansi chart of account dalam suatu perusahaan? Yuk, pelajari selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini! Summary Untuk mengidentifikasi setiap transaksi keuangan pada sebuah perusahaan maka diperlukan Chart of Account agar lebih memudahkan. Salah satu manfaat dari Chart of Account adalah memudahkan penyusunan laporan. Apa Itu Kode Akun Akuntansi?Jenis Kode Akun Akuntansi1 Angka2 Huruf3 Kombinasi Angka dan HurufManfaat Kode Akun Akuntansi1 Pencatatan Transaksi Lebih Terkendali2 Penyesuaian atau Perbaikan Catatan Lebih Mudah3 Pemrosesan Hasil Catatan Lebih Cepat4 Penyusunan Laporan Lebih MudahUnsur Kode Akun Akuntansi1 Account Code Kode Akun2 Account Name Kode NamaCara Membuat Kode Akun Akuntansi1 Aset2 Kewajiban3 Modal4 Pendapatan5 BebanMengelola Keuangan Bisnis Itu Penting! Apa Itu Kode Akun Akuntansi? Istilah kode akun akuntansi adalah kode akun yang memudahkan proses pencatatan dan analisis transaksi keuangan pada sebuah perusahaan. Kode akun akuntansi atau Chart of Account adalah daftar berbagai akun yang perusahaan gunakan dalam melakukan identifikasi atau proses pencatatan transaksi keuangan. Kode akun ini berguna untuk mengklasifikasikan transaksi yang terjadi dalam satu grup besar, baik transaksi masuk maupun transaksi keluar. Tidak ada aturan baku dalam pembuatan kode akun ini sehingga setiap perusahaan dapat mengaturnya sendiri sesuai dengan flow bisnisnya. Akan tetapi, kode akun akuntansi umumnya tertulis dalam kombinasi nomor dan angka yang menandakan bahwa setiap jenis transaksi yang terjadi sifatnya berbeda. Kode ini juga akan berbentuk dalam laporan keuangan seperti laporan laba rugi, laporan neraca, dan lainnya. Terdapat enam akun umum, yaitu aset, liabilitas atau kewajiban, modal atau ekuitas, pendapatan, harga pokok penjualan HPP, dan beban. Jenis Kode Akun Akuntansi Ada tiga jenis pembuatan kode akun dan kode nama dalam chart of account CoA, antara lain 1 Angka Angka merupakan simbol yang paling umum untuk pembuatan kode akun dalam CoA atau kode akun akuntansi. Contohnya, 100-000 adalah kode akun kas, 200-000 adalah kode akun bank, 300-000 adalah kode akun persediaan, dan seterusnya. 2 Huruf Berbeda dengan angka, huruf merupakan simbol yang jarang kita temukan karena kurang fleksibel dan tidak ada ikatan sistematis. Umumnya, pemakaian simbol huruf untuk kode nama perusahaan, kode supplier, nama pelanggan, nama daerah, nama bank, dan sebagainya. Contohnya, BGJY adalah kode nama untuk perusahaan PT Bangun Jaya. 3 Kombinasi Angka dan Huruf Kombinasi angka dan huruf biasanya digunakan ketika simbol huruf saja telah terpakai untuk kode nama tertentu. Contohnya, JKT 00 adalah kode wilayah penjualan area DKI Jakarta, JKT 01 adalah kode wilayah untuk Jakarta Selatan, dan lain sebagainya. [Baca Juga Cara Sederhana Mempelajari dan Memahami Akuntansi Dasar] Manfaat Kode Akun Akuntansi Kode akun akuntansi berfungsi untuk menampilkan laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, hingga laporan dari akun lainnya modal, beban, dan utang. Pembuatan kode pun tidak sembarangan, melainkan ada manfaatnya masing-masing bagi data bisnis maupun laporan keuangan. Berikut adalah berbagai manfaat adanya kode akun akuntansi bagi perusahaan 1 Pencatatan Transaksi Lebih Terkendali Nama dan kode akun dalam CoA akan memudahkan pendataan setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Hal ini karena setiap transaksi perusahaan memiliki identitas kode tersendiri yang telah ditetapkan. Dengan begitu, setiap transaksi menjadi lebih mudah diingat dan analisis untuk kepentingan perusahaan. [Baca Juga Perencanaan Keuangan Perusahaan Tujuan, Manfaat, Hingga Cara Membuatnya] 2 Penyesuaian atau Perbaikan Catatan Lebih Mudah Ada kalanya transaksi yang sudah tercatat perlu revisi karena terdapat kesalahan atau penyesuaian tambahan. Karena itulah data transaksi perusahaan tersebut perlu perbaikan. Tanpa adanya kode akun, penyuntingan data transaksi ini akan sulit akuntan lakukan sehingga perlu memberikan kode akun akuntansi. 3 Pemrosesan Hasil Catatan Lebih Cepat Selanjutnya kode akan memudahkan pemrosesan hasil catatan atau data-data yang telah akuntan peroleh. Selain itu, pemrosesan tersebut akan lebih terkendali dengan baik jika menggunakan CoA yang memuat nama akun dan kode akun. 4 Penyusunan Laporan Lebih Mudah Melalui CoA pembuatan laporan keuangan akan lebih mudah terbaca. Dengan demikian, laporan tersebut dapat membantu memberikan dasar yang baik dan jelas untuk pengambilan keputusan. Unsur Kode Akun Akuntansi Umumnya, terdapat dua unsur yang selalu terpakai dalam kode akun akuntansi CoA, yaitu kode nama code name dan kode akun account code. Hal ini berguna untuk memudahkan perusahaan dalam menyusun akun secara sistematis. Berikut penjelasannya 1 Account Code Kode Akun Kode akun adalah rangkaian yang tersusun berupa angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf. Tujuannya adalah untuk membedakan tiap jenis akun yang masuk ke dalam kode akun akuntansi. Kode ini akan menjadi data untuk pencatatan, pelaporan hingga perhitungan transaksi yang sudah terjadi. 2 Account Name Kode Nama Kode nama adalah jenis dari akun yang dibuat pada setiap transaksi untuk memudahkan pengguna dalam melihat data yang tersaji secara lengkap dan jelas. [Baca Juga Mengenal Financial Distress Istilah untuk Masalah Keuangan Perusahaan] Cara Membuat Kode Akun Akuntansi Untuk membuat kode akun akuntansi, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengklasifikasikan transaksi yang terjadi. Klasifikasi ini terbagi menjadi aset, kewajiban utang, modal, pendapatan, dan beban. Berikut penjelasan lengkapnya mengenai kelima klasifikasi tersebut. 1 Aset Aset atau aktiva adalah harta milik perusahaan yang dapat digunakan untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan di masa depan. Ada dua tipe aset, yaitu aset lancar dan aset tetap. Aset lancar berupa kas dan uang tunai, sementara aset tetap berupa gedung, peralatan kantor, dan sebagainya. Umumnya, pencatatan kode akun untuk aset diawali dengan angka 1, misalnya 1000 untuk Aset 1100 untuk Kas 1120 untuk Piutang Usaha 1150 untuk Persediaan Barang Dagang 1170 untuk Asuransi Dibayar Di Muka 1200 untuk Tanah 2 Kewajiban Kewajiban adalah utang milik perusahaan yang harus dibayar kepada pihak kreditur yang biasanya memiliki kode akun yang berawalan dengan angka 2. Contohnya 2000 untuk Kewajiban 2100 untuk Utang Usaha 2110 untuk Utang Gaji 3 Modal Modal adalah uang yang diinvestasikan ketika masa awal pengembangan bisnis atau tambahan uang yang diberikan untuk mengembangkan bisnis ketika bisnis tersebut berlangsung. Terdapat dua jenis modal, yaitu modal investasi dan modal kerja. Modal investasi didapat dari investor, sementara modal kerja merupakan modal jangka pendek untuk pembelian satu kali. Kode akun modal biasanya berawalan dengan angka 3, contohnya seperti berikut ini 3000 untuk Ekuitas Pemilik 3100 untuk Modal 3110 untuk Prive 3120 untuk Ikhtisar Laba Rugi [Baca Juga 50 Cara Mendapatkan Uang dengan Modal Kecil, Dijamin Untung!] 4 Pendapatan Pendapatan atau revenue mencatat pendapatan yang perusahaan terima setelah konsumen membayar jasa atau produk yang mereka beli. Biasanya, kode akun pendapatan diawali dengan angka 4, seperti 4000 untuk Pendapatan 4100 untuk Penjualan 4110 untuk Retur dan Potongan Penjualan 4120 untuk Diskon Penjualan 5 Beban Beban atau pengeluaran adalah beban biaya operasional yang perusahaan keluarkan untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan. Contoh beban yang menjadi transaksi perusahaan adalah pengeluaran biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan, serta pembelian bahan baku dan mesin operasi. Biasanya, kode akun beban atau pengeluaran berawalan dengan angka 5, seperti berikut ini 5000 untuk Biaya dan Beban 5100 untuk Harga Pokok Penjualan 5200 untuk Beban Gaji Penjualan 5210 untuk Beban Iklan 5220 untuk Beban Penyusutan – Peralatan Toko Mengelola Keuangan Bisnis Itu Penting! Demikian penjelasan Finansialku terkait kode akun akuntansi untuk memudahkan pencatatan setiap transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan. Dengan begitu, penyusunan laporan keuangan akan lebih mudah sehingga dapat menjadi bahan pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Mengelola keuangan bisnis memang tidaklah mudah, namun tidak melakukan pengelolaan keuangan yang baik justru akan merugikan bisnis tersebut. Sebagai referensi, kamu bisa baca ebook gratis dari Finansialku Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis, agar lebih memahami cara mengurus keuangan bisnis, serta kaitannya dengan keuangan pribadi sebagai entrepreneur. Jika ingin diskusi lebih lanjut seputar pengelolaan keuangan, yuk, buat janji konsultasi bersama Perencana Keuangan Finansialku dengan cara klik banner di bawah ini. Punya pertanyaan seputar pengelolaan dan perencanaan keuangan? Temukan solusinya melalui Aplikasi Finansialku. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-teman kamu yang sedang mempelajari ilmu akuntansi. Terima kasih. Editor Ari A. Santosa Sumber Referensi Dina Lathifa. 19 Juli 2021. Chart of Account Pengertian, Manfaat, dan Jenis Kode Akun. – Meirza Anggakara. 06 September 2022. Kode Akun Akuntansi Manfaat dan Cara Membuatnya. – Admin. Chart of Account Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi. – Tika Ulfianinda. Cara Mudah Membuat Kode Akun Akuntansi dan Manfaatnya. – Sarjana Akuntansi dari Universitas Teknokrat Indonesia. Seorang successful procrastinator yang senang berkomunikasi melalui tulisan dan banyak menghabiskan waktu untuk memotivasi diri sendiri. Related Posts Page load link Go to Top
Pengujiansubstantif merupakan suatu prosedur audit yang didesain untuk menguji kesalahan dalam moneter yang berpengaruh langsung terhadap kebenaran dari nilai saldo akun-akun dalam laporan keuangan. Pengujian substantif menurut Arens et al., (2017:411) terdiri atas tiga bagian yaitu: a. Uji substantif atas transaksi b.
Ekonomi Akun0% found this document useful 0 votes498 views15 pagesOriginal TitleEKONOMI_AKUNCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes498 views15 pagesEkonomi AkunOriginal TitleEKONOMI_AKUNJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
  1. Уፄаслαዒам угедօֆիскጦ
  2. Еጌуλιቭω ոκ мዊքեсрωλыщ
    1. ዡλеկе уζሾф
    2. ሓօչоፋобኾβ хр
  3. Ефоςաσи веμቨ եвс
PengertianJurnal. Jurnal merupakan sebuah catatan yang dibuat secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan di debet atupun dikreditm jumlah serta keterangan ringkas. Pada hakikatnya jurnal memiliki 3 fungsi yakni: fungsi pencatatan, fungsi historis dan juga fungsi analisis.
Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan Terdapat banyak sekali istilah yang terdapat di dalam akuntansi. Salah satu istilah yang sering muncul di dalamnya adalah akun. Nah, akun tersebut terbagi menjadi beberapa golongan yang umumnya dikenal dengan penggolongan akuntansi. Keberadaan akun tersebut sangat penting untuk mencatat berbagai kegiatan transaksi keuangan atau sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Akun menjadi seperti suatu tempat yang bisa menyimpan setiap kegiatan finansial usaha secara lebih detail Dalam menyajikan akun, maka Anda harus membuat informasi finansial usaha secara lebih logis, sistematis, dan lebih mudah untuk dianalisa. Sehingga, proses pengambilan keputusan bisnis bisa dilakukan lebih akurat dan relevan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas penggolongan akun yang umumnya digunakan oleh para akuntan. Apa saja? baca artikel tentang penggolongan akuntansi di bawah ini hingga selesai. Penggolongan Akuntansi Berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa akun akuntansi yang digolongkan, yaitu 1. Akun Harta asset Terdapat banyak sekali istilah di dalam akun harta, ada yang menyebutnya sebagai akun aset dan ada juga yang menyebutnya dengan akun aktiva. Keduanya tetap sama walaupun berbeda penyebutan. Aset atau aktiva merupakan harta yang dimanfaatkan oleh pihak perusahaan untuk menjalankan operasional perusahaan. Harta pun digolongkan lagi berdasarkan kelancarannya, seperti harta lancar, jangka panjang, investasi, harta berwujud, harta tetap, dan masih banyak lagi. Harta Lancar Harta lancar dalam hal ini bisa berupa uang kas ataupun kas banyak yang umumnya bisa dikonversi menjadi uang tunai. Disebut sebagai harta lancar karena penggunaannya bisa dilakukan kurang dari waktu satu tahun. Beberapa contoh harta lancar adalah seperti piutang, kas, wesel, perlengkapan, persediaan barang, biaya di muka, dividen, pendapatan yang masih diterima, surat berharga, serta prive. Harta Tetap Aktiva tetap atau harta tetap adalah harta yang sifatnya tetap dan mempunyai jangka perputaran waktu yang lebih dari satu tahun. Keberadaan harta ini bisa digunakan untuk operasional bisnis, jadi bukan untuk dijual kembali. Beberapa contoh dari harta tetap adalah alat pengangkutan, peralatan kantor, mesin, gudang, tanah, dan lain sebagainya. Harta Tak Berwujud Harta tidak berwujud biasanya diperoleh dari adanya kreativitas dan hasil pemikiran seseorang yang mempunyai hak istimewa dan menguntungkan untuk perusahaan dalam mencapai laba. Beberapa contoh harta tidak berwujud adalah hak cipta dan hak paten. Baca juga Mengenal Bukti Transaksi Internal dan Bedanya dengan Transaksi Eksternal 2. Akun Kewajiban Hutang Penggolongan akuntansi yang kedua adalah akun kewajiban atau yang biasa disebut dengan akun hutang. Kewajiban adalah suatu pengorbanan ekonomi yang umumnya dilakukan oleh badan perusahaan agar bisa meningkatkan modal bisnisnya. Pihak perusahaan nantinya harus membayar pada pihak lain yang sudah meminjamkan modal dananya tersebut. Hutang yang terjadi pada perusahaan sudah sangat lumrah terjadi dan banyak dilakukan oleh perusahaan karena adanya kebutuhan atau transaksi di masa lalu. Akun utang pun dibagi lagi berdasarkan waktu penyelesaiannya, yaitu Utang Lancar Utang lancar adalah utang yang bisa dilunasi oleh pihak perusahaan dalam kurun waktu yang singkat, yang mana umumnya kurang dari 12 bulan. Utang ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti membeli alat produksi, membayar upah karyawan, dan lain-lain. Utang Jangka Pendek Biasanya, perusahaan akan melakukan pinjaman pada pihak bank untuk utang jangka pendek. Utang tersebut dilakukan dengan kurun waktu 2 hingga 3 tahun. Umumnya, utang ini digunakan sebagai utang hipotik dan obligasi untuk perusahaan. Utang Jangka Panjang Sama seperti namanya, utang jangka panjang menjadi utang yang dilakukan dengan kurun waktu pinjaman yang cukup lama, umumnya sekitar 10 tahun. Perusahaan biasanya akan mengambil utang dengan jumlah yang cukup besar, sehingga waktu pelunasannya pun cukup lama, dan cicilannya juga lebih ringan. 3. Akun Modal Penggolongan akuntansi yang selanjutnya adalah akun modal. Akun modal adalah selisih aset dan kewajiban perusahaan. Sumber modal bisa diperoleh dari kas perusahaan, saham, investor, pemilik, obligasi, investasi, dan lain sebagainya. Modal menjadi hak dari pemilik perusahaan itu sendiri. Keberadaan modal ini sangat penting dana akan selalu dicatat di dalam laporan keuangan. Karena, modal adalah informasi penting bagi pihak manajemen dalam melihat kondisi atau status keuangan perusahaan. Baca juga Mengenal Akuntabilitas Publik dan Berbagai Manfaatnya 4. Akun Pendapatan Akun pendapatan adalah seluruh penerimaan laba yang dihasilkan perusahaan dari proses bisnis atau menjual aset dalam kurun waktu satu periode. Di dalam dunia akuntansi, pendapatan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pendapatan usaha yakni pendapatan yang didapat dari kegiatan jual beli perusahaan dan menjadi sumber utama perusahaan. Pendapatan Di luar Usaha yakni pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Contohnya pendapatan bunga ataupun biaya sewa dan bisa berasal dari penjualan beberapa aset yang dilakukan oleh pihak perusahaan. 5. Akun Beban Penggolongan akuntansi yang terakhir adalah akun beban. Akun ini sering disamakan dengan kewajiban. Padahal keduanya jelas berbeda. Beban adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk kebutuhan operasional bisnis agar bisa terus memperoleh penghasilan. Akun beban pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu Beban Usaha Selain utang, perusahaan pun memiliki beban. Beban menjadi suatu pengeluaran yang rutin dikeluarkan oleh perusahaan demi mendukung berjalannya operasional perusahaan agar bisa memperoleh keuntungan yang lebih layak. Beberapa contohnya adalah membayar upah, tagihan air, listrik, internet, telepon, dan lain sebagainya. Beban Di Luar Usaha Pihak perusahaan juga bisa menanggung beban yang berada di luar operasional bisnisnya. Contohnya adalah seperti beban yang dikeluarkan untuk membayar bunga serta mengurus administrasi perbankan. Baca juga Mengenal Penghasilan Neto dan Bedanya Dengan Penghasilan Bruto Kesimpulan Jadi, penggolongan akuntansi adalah kegiatan yang sangat penting di setiap perusahaan agar bisa lebih mudah dalam melakukan pembukuan. Bila pembukuan bisa dilakukan dengan baik, maka akan semakin memudahkan dalam menginputnya di laporan keuangan perusahaan. Namun, saat ini Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penggolongan akuntansi dan juga membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi yang dikembangkan dengan basis cloud untuk memudahkan para pebisnis dan akuntan dalam melakukan pembukuan hingga menjadi laporan keuangan. Di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur, dan fitur luar biasa lainnya yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien. Ayo coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 6 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link
Pengertian Klasifikasi, dan Contoh Biaya Relevan dalam Mengambil Keputusan. Ammar Stephens — 21 Juni 2022. Biaya relevan memang menjadi istilah yang tidak terdengar asing bagi para pebisnis. Sebab, biaya relevan ini sangat penting dalam mempertimbangkan keputusan perusahaan. Oleh karena itulah, dalam menganalisis biaya relevan tidak boleh
Artikel ekonomi kelas XII kali ini akan membahas tentang 5 macam penggolongan akun dalam akuntansi jasa. Penasaran apa saja macam-macamnya? Simak ulasannya dalam artikel berikut. — Berapa persen uang jajan yang kamu terima terus kamu sisihkan untuk menabung? Jangan bilang kalau kamu belum membiasakan diri untuk menabung. Lain ceritanya sih kalau kamu menganut aliran konsumtif yang suka jajan tapi lupa menyisihkan uang jajan yang kamu terima, ya jangan harap punya tabungan dong. Kalau kamu punya tabungan dan pastinya ada isinya lah ya, tentu kamu bisa membeli apa yang kamu mau tanpa harus menyusahkan orang tua. Bangga deh orang tua kamu. Ngomong-ngomong soal tabungan, dalam pembelajaran akuntansi juga secara nggak langsung dibahas juga lho. Itu lho macam-macam penggolongan akun dalam akuntansi jasa. Sudah dipelajari belum di kelas? Nah, artikel ini bakal sedikit ngebahas tentang macam-macam penggolongan tersebut. Tabungan nggak cuma dimiliki perorangan kayak kamu aja lho Squad. Tiap perusahaan juga punya tabungan yang masuk ke dalam harta perusahaan. Baik berupa uang atau surat-surat berharga. Penggolongan akun ini berguna dalam pencatatan dan pelaporan akuntansi, Squad. Kalau tidak ada penggolongan akun ini, dipastikan sebuah perusahaan tersebut bermasalah. Nah, jika sebuah perusahaan tersebut bermasalah, maka dapat dipastikan juga kredibilitas perusahaan tersebut patut dipertanyakan. Kita akan bahas satu per satu ya, tapi sebelumnya kamu tahu nggak apa bedanya akun riil dan akun nominal itu sendiri? Hmm, akun riil itu merupakan akun yang sifatnya permanen, kontinyu berkelanjutan, dan tidak pernah ditutup. Artinya, akun ini akan tetap terus ada bahkan bisa berkembang. Nah, kalau akun nominal itu sendiri merupakan akun yang sifatnya sementara dan pada periode tertentu akan ditutup. Pertama-tama kita akan bahas tiga golongan akun riil yakni harta, utang, dan modal. Setelah itu kita lanjut bahas penggolongan akun nominal yakni pendapatan dan beban. 1. Harta Kalau bagi Keluarga Cemara harta yang paling berharga adalah keluarga. Tapi, bagi perusahaan harta merupakan sumber daya ekonomis. Nah, harta ini bisa diurutkan berdasarkan likuiditasnya. Artinya, dapat digolongkan lagi dari yang paling mudah berubah hingga tetap alias tidak berubah. 2. Hutang Nggak cuma orang-orang aja yang punya hutang. Perusahaan juga punya hutang lho, Squad. Berdasarkan jangka waktunya, utang diurutkan menjadi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Disebut utang jangka pendek itu karena masa pembayaran jatuh temponya nggak sampai satu tahun, kalau jatuh temponya lebih dari satu tahun, masuk ke dalam utang jangka panjang. Baca Juga Karakteristik dan Bukti Transaksi Perusahaan Jasa 3. Modal Bisa kebayang nggak ada sebuah perusahaan tapi nggak punya modal awal untuk menjalankan usahanya? Jawabannya mana mungkin ada, Squad. Setiap perusahaan, untuk memulai usahanya pasti membutuhkan modal. Nah, modal ini dalam penggolongan akun masuk ke dalam kekayaan pemilik perusahaan yang disetorkan kepada perusahaan. Jadi, misalnya kamu punya uang terus bikin usaha nih. Nah, uang yang kamu punya buat bangun usaha itu namanya modal. 4. Pendapatan Pendapatan perusahaan itu bisa disamakan dengan pendapatan orang yang bekerja. Ya, kalau kamu masih sekolah pendapatannya itu didapat dari uang jajan yang dikasih sama orang tua kamu. Kecuali kalau kamu punya sampingan, misal jualan pulsa atau buka usaha jasa titip untuk barang tertentu. Kalau di perusahaan, pendapatan itu merupakan hasil dari kegiatan operasional perusahaan, baik yang diterima secara tunai maupun nontunai. 5. Beban Beban hidup yang sudah terlalu banyak, layaknya nggak perlu dipikirin. Hidup itu mudah, yang bikin susah itu gengsi. Banyak kegiatan yang nggak berfaedah bisa menjadi beban tersendiri. Sama seperti perusahaan, beban merupakan sebuah pengorbanan yang dilakukan dalam rangka kegiatan perusahaan. Termasuk melakukan kegiatan menghabiskan manfaat sebuah barang yang dimiliki. Nah, itu tadi sedikit penjelasan tentang 5 macam penggolongan akun dalan akuntansi jasa. Sudah paham kan? Hmm, atau butuh kejelasan lebih lanjut terkait hubungan, eh penjelasannya maksudnya. Penjelasan tentang materi ini.. Kamu bisa lihat di ruangbelajar lho. Di sana, penjelasan ini dijelaskan menggunakan video belajar dengan animasi yang keren-keren. Dijamin belajar kamu jadi makin mudah. Daftar sekarang yuk! ReferensiAlam S. 2016. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta Erlangga Artikel diperbarui 6 Januari 2020 Keuangan Laporan arus kas (cash flow) menjadi indikator untuk menilai kegiatan operasional pada masa lalu untuk merencanakan aktivitas investasi dan pembiayaan di masa depan. Selain itu laporan arus kas menggambarkan tentang penggunaan uang (kas) yang terdiri dari 3 bagian aktivitas yaitu investasi, operasi dan pendanaan.
Sobat Zenius yang ingin jadi pengusaha mana suaranya? Banyak juga, ya! Kalian luar biasa~ Di artikel ini gue mau ngajak elo berandai-andai tentang usaha dan konsep dasar dari akuntansi, yaitu persamaan dasar akuntansi dan penggolongan akun. Emang ada hubungannya? Nah, yuk kita lanjut! Persamaan Dasar AkuntansiPenggolongan AkunContoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi & Penggolongan Akun Sobat Zenius, coba bayangkan ada seseorang bernama Andrew yang ingin membuka usaha jual mainan. Andrew punya modal berupa uang sebesar Rp2 juta, terus Andrew pinjam uang ke Bank Mamapapa sebesar 10 juta. Selain itu, Andrew sudah punya gerobak mainan dan sudah membayar sewa tempat mangkal selama satu tahun. Dari penjelasan di atas, kita tahu berapa jumlah uang dan barang yang mendukung usaha Andrew untuk saat ini. Tapi, yang namanya usaha, keadaan itu pasti akan berubah dari waktu ke waktu. Lalu, gimana cara Andrew untuk selalu tahu kekayaan, utang, dan modal yang dia punya? Nah, caranya adalah dengan menggunakan persamaan dasar akuntansi. Persamaan dasar akuntansi adalah persamaan atau perhitungan untuk memproyeksikan kekayaan, utang, dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Bentuk persamaannya seperti ini… Persamaan Dasar Akuntansi Arsip Zenius Gitu aja? Yes, gitu aja. Pokoknya sebelah kiri harus sama atau balance dengan sebelah kanan, seperti neraca. Oh iya, makanya dalam laporan keuangan usaha, persamaan dasar akuntansi ini juga disebut laporan posisi keuangan atau neraca. Ngomong-ngomong, memang apa pentingnya bagi Andrew untuk menggunakan persamaan ini? Seperti yang tadi udah gue jelasin di awal, supaya Andrew tahu aset, harta, atau uang yang dia punya di usaha itu asalnya dari mana. Bisa aja kan kesannya uang dan harta di usaha dia banyak banget, tapi ternyata itu semua asalnya dari utang. Nah, kalau Andrew udah tahu asal seluruh harta yang dia punya, tentu Andrew jadi bisa mengambil kebijakan dan keputusan terkait usaha dia sekarang. Baca Juga Dasar-Dasar Akuntansi Penggolongan Akun Oke, kita sudah tahu komponen persamaan dasar akuntansi. Tapi, tapi, tapi transaksi di usaha Andrew ada banyak banget! Andrew sempat diutangin sama pembeli yang lupa bawa dompet. Pernah juga Andrew buka PO mainan impor dan pembelinya diminta bayar DP setengah harga. Waktu orderan lagi banyak, Andrew juga pernah hire freelance dan anak magang. Gimana cara menghitung dan membedakan semua transaksi itu? Nah, berarti ini saatnya Andrew, gue, dan elo untuk memahami akun-akun dalam akuntansi. Akun itu apa? Akun adalah istilah untuk memperkirakan suatu transaksi keuangan dalam perusahaan dan saldonya. Seluruh transaksi yang terjadi dalam usaha Andrew tadi disebut akun, guys. Nah, akun ada dua macam, yaitu akun riil dan akun nominal. Yuk, mari kita bahas bedanya satu per satu. Akun Riil Akun riil adalah akun-akun yang menjadi komponen penyusun laporan neraca. Masih ingat, kan, komponennya apa aja tadi? Benar! Ada harta, utang, dan modal. Sekarang, coba kita bedah satu-satu, ya, ketiga golongan ini. Harta Assets Harta itu nggak hanya uang, loh, bisa juga kesehatan dan lingkungan yang nggak toxic. Nggak salah, guys, tapi beda konteks hehehe. Sebenarnya, kata-kata di awal tadi sudah sesuai dengan definisi harta, yaitu harta dalam usaha nggak hanya berbentuk uang, tapi juga mesin produksi, alat-alat kerja, kendaraan, tempat berjualan, bahkan gerobak Andrew yang mulai lapuk itu. Jadi, kalau disimpulkan harta adalah seluruh kekayaan berupa objek maupun non-objek yang bernilai uang dan berguna untuk perusahaan. Harta ini masih bisa dibagi lagi menjadi harta lancar dan harta tetap. Harta Lancar Current Assets Harta lancar adalah harta yang dengan mudah dan cepat dikonversi menjadi uang, atau sering juga disebut likuiditas tinggi. Contoh akun yang termasuk harta lancar Kas cash Harta yang berupa uang dan kertas berharga yang sifatnya sama seperti uang. Piutang account receivable Kalau ada orang yang berutang sama kita, disebutnya piutang. Persediaan & perlengkapan supplies & inventory Persediaan itu contohnya mainan-mainan yang siap dijual Andrew, sedangkan perlengkapan itu barang-barang penunjang yang sifatnya cepat habis terpakai, misalnya kantong belanja. … dibayar di muka prepaid expenses Titik-titik di atas bisa diganti macam-macam, misalnya asuransi atau sewa tempat seperti yang dilakukan Andrew. Berbagai macam harta dalam usaha Arsip Zenius Harta Tetap Fixed Assets Kebalikan dari harta lancar, harta tetap adalah harta yang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk dikonversi menjadi uang karena nilainya yang lebih tinggi. Contohnya adalah mesin atau peralatan equipment, kendaraan vehicle, bangunan plant, dan tanah land. Utang Liability Selanjutnya, kita masuk golongan yang kedua, yaitu utang. Utang adalah kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan. Utang juga dibedakan menjadi dua, yaitu utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Letak perbedaannya hanya di jangka waktu pelunasannya, kok, guys! Utang jangka pendek kudu dibayar dalam jangka waktu kurang dari setahun dan utang jangka panjang dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Terus, contoh utang jangka pendek current liability apa saja? Utang usaha Misalnya Andrew dikirimi barang sama pemasok tapi Andrew belum bayar. Barang-barang ini tentu jadi utang yang harus segera dibayar Andrew. Utang bank yang harus dibayar sebelum setahunBeban yang belum dibayar Contohnya anak magang dan freelance yang udah kerja dan baru akan dibayar akhir bulan sama Andrew. …diterima di muka Kalau ini, contohnya waktu Andrew mengadakan PO dan pembelinya diminta untuk bayar sebelum barangnya ada. Kalau contoh utang jangka panjang long term liability Surat utang atau obligasiUtang hipotek Misalnya Andrew gadai rumah ke bank untuk berutang, periode cicilannya tentu lebih dari setahun. Utang ini pun masuk ke dalam utang jangka panjang. Modal Equity Yang terakhir dari akun riil adalah modal. Modal adalah harta yang disetorkan kepada usaha, supaya usaha bisa berjalan. Modal ini asalnya bisa dari Andrew dan dari pihak luar, seperti Bank Mamapapa tadi. Nah, modal ini nantinya juga bisa ditarik lagi oleh pihak-pihak yang mendukung usaha ini. Baca Juga Mengenal Bidang-Bidang Akuntansi Akun Nominal Bedanya akun riil dengan akun nominal apa, sih? Akun nominal adalah akun-akun yang menjadi komponen penyusunan laporan laba/rugi. Lah terus, urusannya sama akun riil dan laporan neraca yang dari tadi kita bahas apa? Jadi, laporan neraca yang kita pelajari pertama tadi itu dibuat secara berkelanjutan, guys. Dari awal Andrew buka usaha, kemudian berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, supaya Andrew selalu tahu posisi harta yang dia punya. Sedangkan, laporan laba/rugi ini sifatnya periodik atau akan di-reset setiap waktu berkala, misalnya setiap satu tahun sekali. Jadi, setiap awal tahun Andrew akan mulai lagi dari awal untuk membuat laporan laba/rugi. Lalu, hasil laporan ini di ke manain? Tentunya dimasukkan ke dalam laporan neraca yang berkelanjutan tadi. Gitu. Laporan Neraca & Laporan Laba/Rugi Arsip Zenius Oke, kita move on, ya! Jadi, akun apa saja yang termasuk dalam akun nominal? Ada dua, yaitu pendapatan dan beban. Pendapatan Revenue Pendapatan adalah penghasilan perusahaan dari penjualan jasa dan barang, serta penghasilan di luar penjualan. Contohnya, perusahaan melakukan investasi di tempat lain. Beban Expense Beban adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha. Misalnya, biaya listrik, telepon & internet, gaji, sewa gedung, serta perawatan peralatan. Baca Juga Tahap Pelaporan Laba Rugi, Neraca, dan Perubahan Modal dalam Akuntansi Sobat Zenius, kita tadi sudah belajar tentang persamaan dasar akuntansi dan akun-akun dalam akuntansi. Supaya lebih paham, coba baca contoh soal & penjelasannya, yuk! Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi & Penggolongan Akun Contoh Soal 1 Sebutkan nama akun dalam akuntansi dan penjelasannya! Pembahasan Seperti yang sudah kita pelajari, ada dua akun dalam akuntansi, yaitu akun riil dan akun nominal. Akun riil adalah akun-akun komponen penyusun laporan neraca, sedangkan akun nominal adalah akun-akun komponen penyusun laporan laba/rugi. Contoh Soal 2 Golongan akun yang dicatat di dalam neraca saldo adalah… a. akun riil b. akun nominal c. akun riil & akun nominal d. akun riil & akun nominal yang mempunyai saldo Pembahasan Neraca saldo trial balance adalah daftar yang berisi seluruh jenis akun riil & nominal yang memiliki saldo & saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah jawaban d. Contoh Soal 3 Sewa dibayar di muka termasuk golongan… a. akun riil b. akun nominal c. akun beban d. akun pendapatan Pembahasan Sewa dibayar di muka termasuk ke dalam harta. Harta termasuk akun riil, maka jawaban yang paling tepat adalah a. Contoh Soal 4 Akun berikut yang termasuk golongan utang lancar adalah … a. utang obligasi b. utang hipotek c. utang usaha d. utang bank dengan cicilan di atas 2 tahun Pembahasan Utang lancar juga sering disebut sebagai utang jangka pendek, atau utang yang harus dilunasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Pilihan a dan b merupakan bentuk utang jangka panjang, dan jawaban yang paling tepat adalah c. Sobat Zenius! Itu tadi pembahasan singkat mengenai persamaan dasar akuntansi dan penggolongan akun. Kalo elo mau belajar lebih lanjut tentang materi ini lewat pembahasan video dari Zen Tutor, klik gambar di bawah ini ya! Elo bisa mempelajari materi-materi lain tentang akuntansi dan ekonomi dengan nonton video-video materi Zenius. Setelah itu, jangan lupa untuk akses soal-soalnya. Anyway, nggak cuma Ekonomi, kalau elo juga pengen belajar mata pelajaran lainnya dengan paket komplet ditemani tutor asik, Sobat Zenius bisa berlangganan paket belajar yang udah kita sesuaikan dengan kebutuhan elo. Yuk intip paketnya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
\n\nberikan penjelasan klasifikasi akun dalam suatu perusahaan

AsersiManajemen. Asersi adalah pernyataan manajemen tentang pengelompokan transaksi dan akun terkait serta pengungkapannya di dalam laporan keuangan, baik secara eksplisit ataupun implisit. PSA 07 mengelompokkan asersi menjadi tiga kategori: (1) Asersi mengenai pengelompokan transaksi dan peristiwa dalam periode audit; (2) Asersi mengenai

Skip to content Produk Zahir AccountingZahir ERPZahir HRZahir POSPOSXPOS RestoDagang & DistribusiRitelKontraktorJasaResto & Coffee ShopTravelManufakturNirlabaMinimarketAkuntansiBisnisKeuanganMarketingLainnya Tips & TrikMarketingEtos KerjaProfesi & KarirEkonomiEntrepreneurshipCoba Zahir, Gratis Bagaimana Klasifikasi Akun Menurut IFRS? Home » Bagaimana Klasifikasi Akun Menurut IFRS? Bagaimana Klasifikasi Akun Menurut IFRS? Bagaimana Klasifikasi Akun Menurut IFRS?Daftar Isi1 Bagaimana Klasifikasi Akun Menurut IFRS? Tujuan Kerangka Dasara Klasifikasi Liabilitas Jangka Sedangkan Klasifikasi Liabilitas Jangka Panjang Menurut IFRS Klasifikasi Aset Tidak Lancar Menurut Related posts IFRS adalah standar akuntansi internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board IASSB. International Accounting Standards IAS disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu IASB Badan Standar Akuntansi Internasional, EC Komisi Masyarakat Eropa, IOSOC Organisasi Internasional Pasar Modal, dan IFAC Federasi Akuntansi Internasional. Tujuan IFRS Tujuan dari IFRS adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan internal perusahaan untuk periode yang dimaksuk dalam laporan keuangan tahunan berisi informasi akurat dimana 1. Terbuka/transparan bagi pengguna dan dapat membandingkan dengan periode yang disajikan. 2. Sebagai permuliaan untuk akuntansi yang berbasis IFRS 3. Dihasilkan dengan biaya yang terjangkau dan tidak melebihi manfaat para pengguna. Kerangka Dasara IFRS Kerangka Dasar dalam menyusun laporan keuangan berbasis IFRS adalah Elemen Laporan Keuangan 1. Neraca 2. Laporan Laba Komperhensif 3. Laporan Perubahan Ekuitas 4. Laporan Arus Kas 5. Catatan Atas Laporan Keuangan 6. Laporan Posisi Keuangan pada Perioda Komparatif Basis Pengukuran 1. Biaya Perolehan 2. Biaya Kini 3. Nilai Realisasi dan Penyelesaian 4. Nilai Sekarang. Klasifikasi Liabilitas Jangka Pendek Menurut IFRS 1. Jika dapat dibayar dalam waktu operasional normal perusahaan 2. Jatuh tempo tidak lebih dari 12 bulan dari tanggal neraca 3. Dimiliki untuk diperdangangkan 4. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah pelaporan Klasifikasi Liabilitas Jangka Pendek Jika diantara keempat kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka liabilitas dikategorikan sebagai Liabilitas kangka panjang. Yang masuk dalam klasifikasi liabilitas jangka pendek adalah 1. Kewajiban yang timbul karena pembelian barang atau jasa untuk kegiatan perusahaan, seperti utang dagang, utang tertulis jangka pendek, utang upah dan gaji pegawai, utang pajak, utang lain-lain. 2. Pembayaran diterima dimuka sehingga menyebabkan adanya kewajiban menyerahkan barang atau jasa di masa yang akan datang, contohnya pendapatan diterima dimuka, deposit dari pelanggan, sewa diterima dimuka. 3. Kewajiban lain yang akan jatuh tempo di periode berjalan, contohnya promes yang akan jatuh tempo. Sedangkan Klasifikasi Liabilitas Jangka Panjang Menurut IFRS 1. Kewajiban yang timbul sebagai bagian dari strukturisasi modal perusahaan berjangka panjang, misalnya pinjaman bank jangka panjang, promes, kewajiban sewa jangka panjang. 2. Kewajiban yang timbul tidak dari operasional normal perusahaan, misalnya kewajiban premi pensiun, liabilitas pajak tangguhan yang penyelesaiannya belum diketahui secara pasti.< Aset Tetap menurut IFRS 1. Komponen biaya perolehan merupakan perkiraan estimasi biaya untuk memindahkan aset 2. Suku cadang dengan kriteria tertentu diakui sebagai aset tetap 3. Penilaian aset tetap dikurangi dengan depresiasi dan penurunan nilai 4. Pertukaran aset tetap tidak membedakan similar atau non similar, menggunakan harga wajar. 5. Review atas masa manfaat, nilai residu setiap pelaporan 6. Penilaian dengan menggunakan model revaluasi. Biaya perolehan aset tetap terdiri dari a Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain b Biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen c Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali – tidak memiliki substansi komersial – Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. Entitas harus memilih antara cost mode dan revaluation model sebagai kebijakan akuntansinya, dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. Klasifikasi Aset Tidak Lancar Menurut IFRS 1. Investasi Bersifat “Held-to-maturity” Masuk dalam kelompok ini adalah instrument investasi yang disimpan hingga jatuh tempo, yang biasanya berjangka waktu panjang. Misalnya efek hutang debt securities, efek ekuitas, dan saham istimewa yang wajib ditebus oleh pihak lain istilahnya “ redeemed preferred shares “. Investasi jenis ini diukur pada biaya teramortisasi. 2. Property Investasi Yang dimaksud dengan “ Property Investasi ” investment property adalah property =tanah, bangunan/gedung yang diperoleh bukan untuk digunakan dalam operasional perusahaan secara normal, melainkan untuk mendapat keuntungan tertentu, misalnya dengan cara disewakan atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Property investasi, awalnya, diukur sebesar nilai perolehannya. Selanjutnya, seiring waktu, property investasi diukur entah dengan menggunakan metode fair value atau model pengukuran berdasarkan biaya perolehan. 3. Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan Masuk dalam kelompok ini adalah bangunan, mesin dan peralatan, yang digunakan dalam operasional perusahaan guna menghasilkan barang/jasa, memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun buku. Masuk dalam kelompok ini, antara lain tanah, bangunan/gedung, mesin, peralatan, furniture, dan kendaraan. Akumulasi penyusutan atas kelompok aset tak lancar ini harus disajikan dalam laporan keuangan atau di catatan kaki atau di bagian penjelasannya. Misalnya Bangunan = xxx Dikurangi akumulasi penyusutan = xxx Nilai buku bangunan = xxx Atau Bangunan net dari akumulasi Rp xxx = xxx Metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan, harus disebutkan di bagian “penjelasan laporan keuangan”. 4. Aset Tak Berwujud “Aset Tak Berwujud” intangible assets adalah aset tak lancar perusahaan yang tidak memiliki wujud fisik, akan tetapi diharapkan akan mendatangkan manfaat—baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Masuk dalam klasifikasi ini adalah 1. Aset tak berwujud yang bisa diidentifikasi misal goodwill 2. Aset tak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi misal merk dagang, patent, copyrights, dan biaya oragnisasional. IAS 38 mengharuskan perusahaan untuk mengamortisasi aset tak berwujud. Seperti halnya aset berwujud, akumulasi amortisasi aset tak berwujud-pun harus dinyatakan dengan jelas dalam laporan keuangan atau dicatatan kaki atau di bagian penjelasannya. 5. Aset Dimiliki Untuk Dijual Sedikit mirip dengan property investasi, hanya saja “aset dimiliki untuk dijual” tidak harus direncanakan sejak awal. Jika perusahaan berencana untuk menjual sekelompok aset, mesikpun tadinya digunakan untuk operasional, maka aset tersebut harus diklasifikasikan sebagai “aset dimiliki untuk dijual”. Menurut IFRS 5, “aset dimiliki untuk dijual” diukur sebesar nilai buku yang lebih rendah atau nilai wajar dikurangi ongkos penjualan. 6. Aktiva Lain-lain Segala aset tak lancar yang tidak bisa dimasukan ke dalam 5 klasifikasi di atas, masuk ke kelompok ini. Misalnya “Uang Muka” yang baru akan habis dibiayakan dalam jangka waktu lama panjang, “Aset Pajak Tangguhan” yang waktu pemulihannya lama atau tidak pas Sumber Related posts I am at Zahir Surabaya. Call me at +62-31 5910444
1INFORMATION TECHNOLOGIES : CONCEPTS, TYPE, AND IT SUPPORT Teknologi Informasi : Konsep, Tipe dan Dukungan Teknologi Informasi Teknologi Informasi Untuk Manajemen dan Akuntansi Dosen Pembimbing : Dr. Emrinaldi Nur DP, SE, M.Si, Ak, CA DISUSUN OLEH : ANITA LEARDO ARLES PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU MARET 2015 2 Kata Pengantar Assalamu a'laikum wr
​ ​ Melalui kelas ini, kamu diajak untuk Mengenal rekening atau akun dalam setiap laporan keuangan. Mengidentifikasi contoh-contoh transaksi berdasarkan rekening atau akun. ​ Pengantar Di materi sebelumnya, kita telah mengenal konsep-konsep fundamental serta siklus akuntansi. Dalam siklus akuntansi, terdapat bagian pencatatan keuangan yang akan menjadi dasar laporan keuangan. Pencatatan keuangan ini merupakan aktivitas mencatat setiap transaksi berdasarkan nomor rekening atau akun. Materi ini akan mendalami apa saja cakupan transaksi dari setiap rekening. Ilustrasi via Freepik Laporan Keuangan Sebelum masuk ke klasifikasi transaksi berdasarkan akun, mari ingat kembali jenis-jenis laporan keuangan. Setiap laporan keuangan memiliki unsur-unsur berbeda. Masing-masing unsur menjadi dasar klasifikasi transaksi berdasarkan rekening. Mari ulas dua laporan keuangan yang paling umum digunakan, yakni neraca dan laporan laba/rugi. Neraca Aset = Kewajiban + Modal Laporan Laba/Rugi Pendapatan - Biaya Aset, Kewajiban, dan Modal Mari beranjak ke laporan neraca atau laporan keseimbangan. Neraca adalah laporan untuk melihat jumlah aset dan kewajiban. Laporan ini memiliki tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan modal. Aset dan kewajiban juga terbagi menjadi dua, aset lancar dan aset tetap, serta kewajiban lancar dan kewajiban tetap. Ketuk untuk mengetahui contoh-contoh transaksinya. Aset Lancar Aset yang digunakan dalam waktu satu tahun. Contoh kas, inventaris perusahaan/organisasi, piutang usaha, surat berharga Aset Tetap Aset yang digunakan untuk jangka panjang atau lebih dari satu tahun. Contoh peralatan perusahaan/organisasi, hak paten, hak cipta, properti. Kewajiban Lancar Utang usaha yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Kewajiban Tetap Utang jangka panjang yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Modal Jumlah yang awalnya diinvestasikan di perusahaan. Contoh saham biasa dan laba ditahan prive. Pendapatan dan Biaya Pendapatan dan biaya adalah unsur yang diperhitungkan dalam laporan laba/rugi. Seperti namanya, laporan ini digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan/organisasi mendapatkan keuntungan atau justru kerugian. Ketuk untuk mengetahui contoh-contoh transaksinya. Pendapatan Pemasukan dari barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan/organisasi. Contoh penjualan produk, pendapatan jasa. Biaya Biaya-biaya yang dikeluarkan, baik operasional maupun non-operasional. Contoh biaya sewa, biaya gaji, biaya telepon, air dan listrik, biaya iklan, biaya asuransi, biaya pajak, dan lain-lain. ​ Selayang Pandang Neraca memiliki tiga unsur utama, yaitu aset lancar dan tetap, kewajiban lancar dan tetap, dan modal. Laba/Rugi memiliki dua unsur, yaitu pendapatan barang dan/atau jasa dan biaya operasional dan non-operasional. Kuis Apa transaksi yang termasuk dalam aset tetap? Kas Hak paten Inventaris Piutang usaha
.
  • x2u4iflzv4.pages.dev/350
  • x2u4iflzv4.pages.dev/491
  • x2u4iflzv4.pages.dev/381
  • x2u4iflzv4.pages.dev/168
  • x2u4iflzv4.pages.dev/78
  • x2u4iflzv4.pages.dev/133
  • x2u4iflzv4.pages.dev/148
  • x2u4iflzv4.pages.dev/96
  • berikan penjelasan klasifikasi akun dalam suatu perusahaan